BILANGAN KOMPLEK
Sistem Bilangan Real (R)
Sistem bilangan seperti
yang kita kenal sekarang adalah
hasil dari pengembangan secara bertahap seperti yang ditunjukkan dalam daftar berikut.
1.
Bilangan asli 1, 2,
3,
4,. .
,
Juga disebut bilangan bulat
positip,
pertama
kali digunakan dalam menghitung.
Simbol
bervariasi
dengan
waktu, misalnya
yang
digunakan bilangan Romawi
I,
II, III, IV. .
., jika
a
dan b adalah bilangan asli,
jumlah a
+ b dan
perkalian
a. b, (a) (b)
atau ab
juga
disebut bilangan
asli. Untuk alasan ini himpunan
bilangan
asli dikatakan
tertutup
di
bawah operasi penjumlahan dan perkalian
atau
untuk
memenuhi sifat penutupan
terhadap
operasi
ini.
2.
Bilangan bulat negatip dan nol, dilambangkan dengan - 1, - 2, - 3. . . dan 0 masing-masing,
muncul untuk memungkinkan solusi dari persamaan seperti
x + b = a. dimana a dan b adalah
setiap bilangan asli. Hal ini mengarah
pada operasi pengurangan, atau invers penjumlahan, dan kita tulis dengan x =
a-b
himpunan bilangan bulat
positip, negatip
dan nol
disebut
himpunan
bilangan
bulat dan tertutup di bawah
operasi-operasi
penjumlahan, perkalian, dan
pengurangan.
3.
Bilangan rasional
dan
pecahan
seperti
-
, -
. .
.
muncul
untuk
memungkinkan persamaan
solusi
seperti bx
=
a untuk semua bilangan bulat
a
dan b di mana
b≠0
ini
mengarah ke operasi
divisi
atau invers
perkalian,
dan
kita tulis dengan
x = a/b
atau a+b [disebut hasil
bagi
a
dan b] di mana a adalah pembilang
dan b adalah
penyebut. Himpunan
bilangan bulat adalah bagian
atau
subset
dari bilangan rasional,
karena bilangan
bulat sesuai dengan
bilangan
rasional a / b
dimana
b
=
1. Himpunan
bilangan
rasional tertutup di bawah
operasi-operasi
penjumlahan, pengurangan, perkalian,
dan
pembagian, selama pembagian dengan nol
tidak
termasuk.
4.
Bilangan irasional
seperti
=1.41423. . . dan
=
3. 14159. . .adalah bilangan yang tidak rasional, yang tidak dapat dinyatakan
dengan a/b dimana a dan b adalah bilangan bulat dan b≠0
Himpunan bilangan rasional dan irasional di sebut dengan himpunan
bilangan ril. diasumsikan bahwa siswa
sudah mengetahui dengan
berbagai operasi pada bilangan real.
DASAR SISTEM AXIOMETIC DALAM ANGKA-ANGKA
YANG KOMPLEKS
Dari
suatu segi pandangan yang logis dapat digambarkan angka-angka complex sebagai
pasangan ( a,b) dari bilangan riil a dan b menunjuk pada yang definisi yang
beragam ternyata sama dengan definisi diatas. Semua definisi yang digambarkan
ini, dimana semua angka menggantikan angka-angka riil.
a.
Persamaan (a,b) = (c,d) jika dan hanya
jika a = c, b = d
b.
Penjumlahan (a,b) + (c,d) = (a+ c, b+ d)
c.
Produk (a, b) (c, d) = (ac-bd, ad + bc)
m(a, b) = (ma, mb)
Dari
ini kita dapat menunjukkan bahwa ( a,b) = a ( 1,0)+ b ( 0,1) dan kita
berhubungan dengan ini a + bi di mana lambang untuk ( 0,1) dan mempunyai i2 = (0,1)
(0,1) = (-1,0) (yang dipertimbangkan setara dengan bilangan riil - 1) dan ( 1,
0) jadilah setara dengan bilangan riil 1. Pasangan yang diinginkan ( 0,0)
sesuai dengan bilangan riil 0.
Dari pernyataan di atas kita dapat membuktikan bahwa
jika z1, z2, z3, bagian dari S bilangan
kompleks :
- 1 z1 + z2 dan z1 z2 tergolong S Hukum Tertutupan
- z1 + z2 = z2 +z1 Hukum Komutatif Penjumlahaan
- z1 + (z2 + z3)= (z1+z2)+z3 Hukum Asociative Penjumlahaan
- z1 z2 = z2 z1 Hukum Komutatif Perkalian
- z1 (z2 z3) = (z1z2) z3 Hukum Asosiatif Perkalian
- z1 (z2 + z3) = z1 z2 + z1z3 Hukum Penyebaran
- z1 + 0 = 0 + z1 = z1, 1.z1 = z1.1 = z1, 0 adalah terpanggil identitas berkenaan dengan tambahan, 1 adalah terpanggil identitas berkenaan dengan perkalian. Untuk apa pun bilangan kompleks z1 ada z bilangan unik dalam S seperti z + z1 = 0; z adalah terpilih searah z1 untuk penjumlahan yang ditunjukan oleh –z1. Untuk apa pun z1 0 ada jumlah anuique dalam S seperti z1z = zz1= 1; z adalah terpilih berlawanan z1 berkenaan dengan perkalian dan ditunjukan oleh z1 -1 atau 1/z1.
Penyajian Grafis Dari Bilangan
Kompleks
Jika perbandingan riil
dipilih pada dua bagian tegak lurus X'OX dan Y'OY yang disebut x dan y bagian
berturut-turut seperti 1-2, maka kita dapat menempatkan titik manapun, di dalam
bidang yang ditentukan oleh bentuk ini, dengan penghembus yang ditentukan dari
bilangan riil

Posting Komentar